Tak Perlu Takut! Ini, Lho, 3 Cara Mengatasi Kehamilan Ektopik!

Sumber: Alodokter.com
Tahukah, Anda mengenai kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan? Menurut halaman Alodokter, kehamilan ektopik merupakan kondisi di mana terjadinya pendarahan pada vagina dan adanya rasa nyeri hebat di area panggul dan perut bawah. Bahkan, rasa nyeri hebat bisa menjalar ke bahu dan leher. Pada kehamilan ektopik, sel telur yang dibuahi oleh sperma tidak menempel pada dinding rahim. Salah satu tempat yang paling sering ditempeli oleh sel telur adalah tuba falopi. Sebelum membahas mengenai cara mengatasi kehamilan ektopik, ada baiknya Anda mengetahui gejala, faktor risiko, dan diagnosis kehamilan ektopik. 

Dilansir dari halaman Halodoc, ada beberapa gejala yang bisa ditemukan pada penderita kehamilan ektopik. Berikut ulasannya! 

1. Merasa Lemah. 

Gejala pertama yang bisa ditemukan pada penderita kehamilan ektopik adalah merasa lemah. Selain itu penderita juga merasa pusing bahkan bisa mengalami pingsan. 

2. Gejala Pada Area Perut. 

Kedua, adanya gejala seperti mual, muntah, rasa penuh, dan tidak enak di perut bisa menjadi gejala pada kehamilan ektopik. 

3. Terjadinya Pendarahan. 

Salah satu gejala lainnya adalah terjadinya pendarahan pada Miss V dan jumlah pendarahan biasanya lebih banyak atau lebih sedikit dibanding saat sedang masa menstruasi. 

4. Rasa Nyeri yang Hebat. 

Gejala kehamilan ektopik lainnya adalah adanya rasa nyeri yang hebat. Biasanya rasa nyeri ini terjadi pada bagian panggul, perut bawah, dan bisa menjalar ke bahu serta leher. 

Ada beberapa hal di bawah ini yang menyebabkan faktor risiko terjadinya kehamilan ektopik. Apa saja, itu? Yuk, simak ulasannya di bawah ini. 
  • Merokok. 
  • Berada dalam masa pengobatan kesuburan. 
  • Mengalami kehamilan pada usia 35-44 tahun. 
  • Memiliki riwayat kehamilan ektopik. 
  • Penyakit radang panggul. 
  • Riwayat terjadinya operasi pada daerah panggul atau perut. 
  • Penyakit peradangan pada dinding rahim. 
  • Menggunakan alat kontrasepsi jenis spiral. 
  • Mengalami keguguran secara berulang. 
  • Menderita penyakit menular seksual. 
Untuk melakukan diagnosis pada penderita kehamilan ektopik, ada beberapa cara atau metode yang bisa dilakukan. Berikut penjelasannya! 

1. Pemeriksaan Panggul. 

Metode pertama, dokter bisa mendiagnosis adanya gumpalan yang abnormal pada tuba falopi sehingga bisa melihat apakah gejala itu kehamilan ektopik atau tidak. Metode ini juga dilakukan untuk memeriksa ukuran pada rahim. Jika kehamilan ektopik, maka ukuran rahim tidak membesar. 

2. Tes Darah. 

Adanya tes darah dilakukan untuk menemukan hormon human chorionic gonadotropin atau bisa disingkat menjadi HCG. Jika hormon ini tidak ditemukan atau adanya hormon tapi mengalami kelainan, maka Anda bisa mengalami kehamilan ektopik. 

3. Ultrasonografi. 

Metode ini lebih dikenal dengan nama USG di mana untuk melihat kondisi pada rahim dan tuba falopi. Metode ini adalah metode yang paling diandalkan dan efektif untuk mendeteksi adanya kehamilan ektopik sejak dini. 

Bagaimana cara mengatasi kehamilan ektopik? Yuk, simak ulasannya di bawah ini. 

1. Pembedahan Laparoskopi. 

Di mana metode ini dilakukan untuk mengevakuasi terjadinya pendarahan dalam rongga perut atau panggul dengan membuat sayatan kecil dan memasukkan kamera serta alat laparoskopi ke dalamnya. 

2. Penggunaan Metotreksat. 

Metode ini diberikan pada penderita kehamilan ektopik yang sudah terdeteksi sejak dini. Tujuan metode ini adalah membantu penyerapan kantung kehamilan serta menyelamatkan bagian indung telur. 

3. Pembedahan. 

Apabila saluran indung telur telah merenggang, robek, dan menyebabkan terjadinya pendarahan, maka jaringan tersebut harus segera diangkat untuk menghentikan pendarahan. 

Itulah penjelasan singkat mengenai 3 cara mengatasi kehamilan ektopik. Jangan sampai mengalami kehamilan ektopik ya, para Ibu.

Post a Comment

0 Comments